Selasa, 15 Januari 2013

Letusan "Doorr"

Tiba-tiba aku tersentak... doorrrr.
Ada sebuah senyuman lama yang kulihat. Lembut kusam tapi berwarna apabila di sibak dengan dua tangan ku.
Ku peluk ku damba,,, tapi aku lupa. Entah kenapa aku lupa. Bodoh...

Pagi yang bersahabat,,, seperti malam yang selalu menemani ku di kala sepi. Aku termenung untuk kesekian kalinya. Berlanjut dari satu malam, dua malam, tiga malam, dan malam-malam seterusnya yang selalu menemani gelap nya dunia ku.
Begitu pun dengan pagi, selalu ikhlas menyapa mata sendu sipit mengernyit tersilau oleh matahari pagi. Sinar mentari selalu memberi kehangatan yang tiada tara... gratis tanpa bunga abodemen maupun cicilan.

Doorr...
Lagi-lagi sebuah ledakan menyadarkan ku dari mimpi. Lihat sekitar yang kutemukan cuma kamar persegi empat dengan dinding kusam dan sedikit lembab. Dingin bagai freezer pada lemari es yang siap membekukan semua yang tersimpan di dalamnya. Pantaslah otak ku sedikit beku untuk mampu menyadari kehadiranmu. Bahkan beku untuk menyadari bisikan hati ku sendiri. Hasilnya hati ku sekarang telah ku titip kan ke langit. Manusia tanpa hati... aku.

Jauh menerawang kembali asa dan pikiranku,,,

Doorrr...
Suara ledakan yang sudah familiar di telinga ku. Kali ini bukan kesadaran yang kurasakan, tapi kesadaran itu perlahan mulai pergi. Lambat laun menghilang di iringi pandangan ku yang semakin buram seperti televisi rusak. Semakin buram dan kemudian gelap total...

Sebuah besi panas yang tajam menusuk ke ruang kosong yang telah ditinggal pergi oleh hati ku. Besi panas terus menusuk jauh ke dalam menembus sampai ke punggung ku.

Aku lupa,,, di tangan ku terdapat sebuah handgun laras pendek yang mempunyai satu anak. Dan kini anak itu telah terlontar dari mulut induk nya, terbang menuju tubuhku yang berkomposisi daging, tulang, dan darah. Air menggumpal keluar dengan deras dari tubuhku membanjiri seisi kamar kecil yang dingin ini.
Dan aku mati...

Doorr...
suara alarm handphone ku berbunyi menandakan sudah saatnya terbangun dari bunga tidur malam ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar