Sabtu, 19 Januari 2013

Galau-ku Kantuk-ku

Lagi lagi aku galau dengan kerinduan ku akan rasa kantuk...

Galau,
Kata yang mungkin paling cocok untuk meng-ekspresi-kan perasaan ku terhadap rasa kantuk. Sudah lebih dari tiga tahun ini aku mulai lupa betapa nikmat nya sebuah rasa kantuk. Keseharian ku yang di siang hari memaksa untuk tidak sedetik pun aku boleh merasakan yang namanya kantuk. Sebut saja kuliah, himpunan, forum, silaturahmi, tugas, dan makan. Mereka semua memaksa ku agar tidak terkantuk selama beraktifitas. Sekali nya terkantuk, pasti ada resiko yang harus aku terima.

Di malam hari,
Aneh tapi memang, rasa kantuk yang seharusnya tiba sesuai waktu seakan menghadapi kemacetan entah dimana. Dia tak pernah sampai ke tubuh ku yang sudah letih beraktifitas di siang hari. Entahlah, tubuhku seakan punya tenaga cadangan yang siap memaksa ku untuk terjaga sepanjang malam. Darah ku berdesir mengalir kencang yang membuat pompa jantung ku bekerja ekstra lebih di malam hari. Padahal malam adalah waktu dimana tubuh beristirahat melepas penat dan letih di siang hari.

Galau-ku Kantuk-ku,
Dua hal yang membuat ku cukup puas untuk berteriak, "Aku Ingin Tidur!?!?!".

Tapi, tak semudah membalik telapak tangan, tak semudah melangkahkan kaki, tak se-enteng mengayunkan tangan. Menurutku rasa kantuk itu sekarang adalah sesuatu hal yang sulit dan mahal. Mungkin bagi kalian tidak. Tapi aku selalu memikirkan bagaimana memperoleh rasa kantuk, memikirkan sampai kepala ku sakit untuk memikirkan nya.

Sebuah cahaya terik menyinari mataku. Dua kelopak mata yang berhimpitan kini berpisah secara perlahan. Menyembulkan retina hitam dari dua mataku. Aku terbangun, terbangun dari tidur panjang ku.

Aku bermimpi,
Terbangun dari mimpi panjang ku yang tak bisa tidur. Terbangun dari mimpi panjang ku yang galau. Dan terbangun dari mimpi panjang ku yang merindukan rasa kantuk.
Kini aku telah terbangun sesuai dari semua mimpi palsu ku...

~ Galau-ku Kantuk-ku ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar